Hukum Sebagai Bakti Pandangan Krisnadwipayana Terhadap Hukum (Suatu Kajian Filosofis Tentang Hukum Dalam Kitab Mahabarata dan Bhagavad Gita)

Authors

  • Hendra Haryanto Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana

DOI:

https://doi.org/10.37893/abioso.v13i1.104

Keywords:

Bakti, Bhagavad Gita, Hukum, Mahabarata

Abstract

Hukum sebagai bakti merupakan pandangan dari Krisnadwipayana yang terurai secara jelas dalam kitab Mahabarata dan Bhagavad Gita. Krisnadwipayana adalah seorang Maha Resi yang mempunyai pemikiran yang sangat cemerlang. Hal ini dapat diketahui dari karangannya yang berjudul Mahabarata. Di dalam kitab Mahabarata ini terdapat suatu kitab yang disebut Bhagavad Gita, yang merupakan satu buku tersendiri yang tidak terpisahkan. Dalam rangkaian Mahabarata dan Bhagavad Gita dapat ditarik keluar tentang arti hukum. Hukum dalam artian filosofis yang secara luas dan mendalam serta menyeluruh. Krisnadwipayana mempunyai pendapat bahwa hukum adalah sebagai bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Orang yang mempunyai kesadaran diri dengan melakukan bakti, orang tersebut sudah mantap dan dapat mengendalikan diri, hidup dengan penuh kebaikan. Hidup orang yang melakukan bakti selalu berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Kuasa, dapat mengendalikan diri pikiran dan perbuatannya dengan hati-hati. Hukum sebagai bakti kepada masyarakat. Bakti kepada sesama manusia mempunyai arti tidak melakukan perbuatan-perbuatan jahat yang dapat menyakiti dan melukai perasaan masyarakat. Hukum sebagai bakti kepada alam semesta. Bakti kepada alam semesta dapat dilakukan dengan menjaga dan memelihara lingkungan hidup, memelihara manusianya dengan memberikan kesejahteraan. Hukum sebagai bakti kepada Negara. Negara sebagai eksistensi Dewa Wisnu menjadi pembuat hukum. Melaksanakan hukum berarti melakukan bakti kepada negara. Hukum sebagai bakti kepada Hukum itu sendiri. Hukum sebagai wujud Tuhan Yang Maha Kuasa yang adalah hukum sekaligus sebagai hukuman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Beck, L. Adams. The Story of Oriental Philosophy: Sejarah Filsafat Timur. Yogyakarta: Indoliterasi, 2020.

Darmayasa. Bhagavad Gita (Nyanyian Tuhan). Bali: Yayasan Dharma Sthapanam, 2014.

Darmodiharjo, Darji dan Shidarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.

Fajar, Mukti dan Yulianto Achmad. Dualisme Penelitian Hukum: Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.

Friedman, Lawrence M., America Law: An Introduction. New York: WW. Norton & Company, 1997.

Gadamer, Hans-Georg. Truth and Method, diterjemahkan oleh Joel Weinsheimer dan Donald G Marshall. New York: Continuum, 1975.

Hamidi, Jazim. Hermeneutika Hukum: Sejarah, Filsafat, & Metode Tafsir. Malang: Universitas Brawijaya Press, 2011.

Kosasih, R.A., Bhagavadgita. Bandung: Erlina, tanpa tahun.

Kusumaatmadja, Mochtar dan Arief Sidharta. Pengantar Ilmu Hukum: Suatu Pengenalan Pertama Ruang Lingkup Berlakunya Ilmu Hukum. Buku I. Bandung: Alumni, 2009.

Mertokusumo, Sudikno. Teori Hukum. Yogyakarta: Cahaya Atma, 2011.

Narayan, R.K., Mahabarata. diterjemahkan Nin Bakdi Soemanto. Yogyakarta: Bentang Pustaka, 2004.

Pendit, Nyoman S., Bhagavadgita. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Prabhupada, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami. Bhagavad Gita Menurut Aslinya. New York: The Bakti Vedanta Book Trust International, Inc, 1972.

Prihananto. “Hermeneutika Gadamer Sebagai Teknik Analisi Pesan Dakwah.” Jurnal Komunikasi Islam 4, no. 1 (2014), hlm. 143-167. https://doi.org/10.15642/jki.2014.4.1.143-167.

Purbacaraka, Purnadi dan Soerjono Soekanto. Perihal Kaedah Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1993.

Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014.

Rato, Dominikus. Filsafat Hukum: Suatu Pengantar Mencari, Menemukan, dan Memahami Hukum. Surabaya: LaksBang Justitia, 2014.

Sudibyoprono, R. Rio. Ensiklopedi Wayang Purwa. Jakarta: Balai Pustaka, 1991.

Suseno, Franz Magnis. Etika Jawa: Sebuah Analisa Filsafati Tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia, 1988.

———. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Yogyakarta: Kanisius, 1992.

Sutrawan, I. Gusti Ngurah Elga Putra. “Atman Menuju Brahman (Perspektif Teologi Hindu).” Jurnal Yoga dan Kesehatan 2, no. 2 (2019), hlm. 41-53. https://doi.org/10.25078/jyk.v2i2.1566.

Umarhadi, Yoseph. Hakikat Manusia Pancasila Menurut Notonagoro dan Drijarkara. Yogyakarta: Kanisius, 2022.

Wibawa, I. Komang Surya. “Karakteristik Ilmu Hukum Sebagai Norma Sosial Dalam Menjalankan Kehidupan Bermasyarakat.” Jurnal Komunitas Yustisia 4, no. 3 (2022), hlm. 951-958. https://doi.org/10.23887/jatayu.v4i3.43195.

Wikipedia. “Krishna,” https://en.wikipedia.org/wiki/Krishna.

———. “Vyasa,” http://simple.wikipedia.org/wiki/vyasa.

Zimmermann, Jens. Hermeneutika: Sebuah Pengantar Singkat, diterjemahkan oleh Leonart Maruli. Yogyakarta: Ircisod, 2021.

Downloads

Published

17-08-2022

How to Cite

Haryanto, H. (2022). Hukum Sebagai Bakti Pandangan Krisnadwipayana Terhadap Hukum (Suatu Kajian Filosofis Tentang Hukum Dalam Kitab Mahabarata dan Bhagavad Gita). Begawan Abioso, 13(1), 45–53. https://doi.org/10.37893/abioso.v13i1.104