Memahami Fiduciary Duty Direksi Berdasarkan Hukum Indonesia: Studi Perbandingan dengan Hukum Inggris
DOI:
https://doi.org/10.37893/abioso.v16i1.1167Keywords:
Business Judgment Rule, Fiduciary Duty, Itikad Baik, Tugas DireksiAbstract
Artikel ini membahas fiduciary duty direktur di Indonesia dan di Inggris. Penelitian ini dilakukan dengan metode normatif yuridis dengan pendekatan perbandingan. Tujuan membandingkan fiduciary duty di kedua negara adalah karena di Indonesia banyak kasus direktur yang bertanggung jawab secara pribadi atas keputusan bisnis yang diambilnya yang menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Sementara itu, di Inggris, hal yang sama jarang terjadi. Penelitian ini menemukan bahwa Inggris memiliki arti fiduciary duty yang lebih jelas dalam undang-undang perusahaan dan presedennya. Berdasarkan hukum Inggris, tugas untuk bertindak dengan itikad baik merupakan inti dari fiduciary duty dan diinterpretasi oleh pengadilan secara subjektif. Sebaliknya, walaupun sering disebut sebagai fiduciary duty dalam literatur, di Indonesia makna dan lingkup tugas direksi tidak secara jelas diatur dalam undang-undang yang menyebabkan interpretasi yang tidak jelas pula oleh pengadilan-pengadilan di Indonesia. Meskipun demikian, fiduciary duty di Inggris belum tentu dapat diadopsi dalam kerangka hukum Indonesia. Fiduciary duty di Indonesia lebih tepat disebut sebagai itikad baik berdasarkan undang-undang. Oleh karena itu, amandemen UUPT untuk memperjelas tugas direksi perlu diteliti lebih lanjut dan kehati-hatian lebih dari direksi di Indonesia dalam mengambil keputusan diperlukan dalam praktiknya.
Downloads
References
Arnold, M., & Haywood, M. (2009). Duty To Exercise Reasonable Care, Skill, and Diligence. In Company Directors: Duties, Liabilities, and Remedies. Oxford University Press.
Arnold, M., & Haywood, M. (2017). Duty To Promote The Success of The Company. In Company Directors: Duties, Liabilities, and Remedies (pp. 279–314). Oxford University PressNew York. https://doi.org/10.1093/oso/9780198754398.003.0015
Boen, H. S. (2008). Bianglala Business Judgment Rule. Tatanusa.
Davies, P. L., Worthington, S., & Hare, C. (2021). Gower Principles of Modern Company Law (11th ed.). Sweet & Maxwell.
Heath, P. (1976). The Proper Purpose Doctrine—The Law and its Implications. Auckland University Law Review, 307–318.
Hood, P. (2013). Directors’ Duties Under the Companies Act 2006: Clarity or Confusion? Journal of Corporate Law Studies, 13(1), 1–48. https://doi.org/10.5235/14735970.13.1.1
Irawan, C. N., Pujiyono, P., & Cahyaningtyas, I. (2022). Implementation of Business Judgement Rules in Indonesia: Theories, Practices, and Contemporary Cases. Indonesian Journal of Advocacy and Legal Services, 4(1), 1–24. https://doi.org/10.15294/ijals.v4i1.53335
Keay, A. (2012). The Enlightened Shareholder Value Principle and Corporate Governance (0 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203104927
Khairandy, R. (2004). Iktikad Baik dalam Kebebasan Berkontrak. Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Khairandy, R. (2015). Kebebasan Berkontrak dan Pacta Sunt Servanda Versus Iktikad Baik: Sikap yang Harus Diambil Pengadilan. FH UII.
Miller, P. B. (2011). A Theory of Fiduciary Liability. McGill Law Journal, 56(2), 235–288. https://doi.org/10.7202/1002367ar
Miller, P. B. (2013). The Fiduciary Relationship. Philosophical Foundations of Fiduciary Law.
Monks, R. (2000). Modern Company Law for a Competitive Economy: The Strategic Framework. Corporate Governance: An International Review, 8(1), 16–24. https://doi.org/10.1111/1467-8683.00176
Pujiningrum, W. (2020). Pembangunan Hukum Perdata Melalui Yurisprudensi [Mahkamahagung.go.id]. https://www.mahkamahagung.go.id/id/artikel/4206/pembangunan-hukum-perdata-melalui-yurisprudensi
Strine, Jr, L. E., Hamermesh, L. A., Balotti, R. F., & Gorris, J. M. (2010). Loyalty’s Core Demand: The Defining Role of Good Faith in Corporation Law. Georgetown Law Journal, 93, 629.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bunga Dita Rahma Cesaria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


