Model Kebijakan Penal–Non Penal dalam Penanggulangan Judi Online Berbasis Cyber Law di Indonesia

Authors

  • R. Jossy S. Belgradoputra Universitas Krisnadwipayana, Jakarta, Indonesia
  • Mardani Mardani Universitas Islam Jakarta, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/abioso.v17i1.1278

Keywords:

Cyber Law, Judi Online, Kebijakan Penal

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi praktik perjudian konvensional menjadi perjudian online yang bersifat masif, anonim, dan lintas batas negara. Fenomena ini menimbulkan problematika hukum yang kompleks, karena meskipun perjudian dilarang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), praktiknya justru terus meningkat melalui pemanfaatan platform digital, sistem pembayaran elektronik, penggunaan rekening nominee, serta promosi melalui media sosial. Perjudian online juga menimbulkan dampak multidimensional, meliputi kerugian ekonomi, gangguan psikologis, konflik rumah tangga, serta gangguan terhadap ketertiban sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan penegakan hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika hukum perjudian online serta merumuskan kebijakan hukum yang lebih efektif. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum primer mencakup KUHP, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan UU ITE, serta regulasi terkait, sedangkan bahan hukum sekunder diperoleh dari literatur dan jurnal ilmiah. Analisis dilakukan secara preskriptif dan evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal 27 ayat (2) UU ITE masih berorientasi pada distribusi muatan perjudian, sehingga belum mampu menjangkau perkembangan modus digital modern. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan hukum integratif melalui pendekatan penal dan non-penal berbasis cyber law, serta rekonstruksi norma yang mencakup transaksi digital, aset kripto, penerapan prinsip follow the money, dan penguatan kesadaran hukum masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, A. (2012). Menguak Teori Hukum (Legal Theory) dan Teori Peradilan (Judicialprudence). Kencana.

Arief, B. N. (2006). Tindak Pidana Mayantara: Perkembangan Kajian Cyber Crime di Indonesia. Rajawali Pers.

Arief, B. N. (2016). Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana: Perkembangan Penyusunan Konsep KUHP Baru. Kencana.

Asman. (2024). Dampak Negatif Judi Online Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga Perspektif Hukum Keluarga Islam. Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 1(1), 11–35. https://doi.org/10.70742/ahlika.v1i1.13

Ayres, I., & Braithwaite, J. (1992). Responsive Regulation: Transcending the Deregulation Debate. Oxford University Press New York, NY. https://doi.org/10.1093/oso/9780195070705.001.0001

Badriyah, S. M. (2016). Sistem Penemuan Hukum dalam Masyarakat Prismatik. Sinar Grafika.

Bakhtiar, S. H., & Adilah, A. N. (2024). Fenomena Judi Online: Faktor, Dampak, Pertanggungjawaban Hukum. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 1016–1026. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.10547

Brenner, S. W. (2006). Cybercrime Jurisdiction. Crime, Law and Social Change, 46(4–5), 189–206. https://doi.org/10.1007/s10611-007-9063-7

Butarbutar, R. (2023). Kejahatan Siber Terhadap Individu: Jenis, Analisis, dan Perkembangannya. Jurnal Hukum & Pembangunan, 2(2). https://doi.org/10.21143/TELJ.vol2.no2.1043

Calado, F., & Griffiths, M. D. (2016). Problem Gambling Worldwide: An Update and Systematic Review of Empirical Research (2000–2015). Journal of Behavioral Addictions, 5(4), 592–613. https://doi.org/10.1556/2006.5.2016.073

Chawki, M. (2022). Cybercrime and the Regulation of Cryptocurrencies. In K. Arai (Ed.), Advances in Information and Communication (Vol. 439, pp. 694–713). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-98015-3_48

Ernes, Y. (2024). PPATK: 3,2 Juta Warga Main Judi Online, Perputaran Uang Rp 327 T. Detiknews. https://news.detik.com/berita/d-7134952/ppatk-3-2-juta-warga-main-judi-online-perputaran-uang-rp-327-t

Frans Semarta, H., & Teguh Syuhada Lubis, M. (2026). Kebijakan Hukum Pidana Terhadap Pemain Judi Online dalam Penegakan Hukum di Indonesia. Justicia Journal, 15(1), 143–151. https://doi.org/10.32492/jj.v15i1.15110

Friedman, L. M. (2019). Sistem Hukum: Perspektif Ilmu Sosial (M. Khozim, Trans.). Nusa Media.

Gainsbury, S., Parke, J., & Suhonen, N. (2013). Consumer attitudes towards Internet gambling: Perceptions of responsible gambling policies, consumer protection, and regulation of online gambling sites. Computers in Human Behavior, 29(1), 235–245. https://doi.org/10.1016/j.chb.2012.08.010

Griffiths, M. D. (2023). Behavioral Tracking Studies in Online Gambling: A Note on Delfabbro et al. (2023). Journal of Gambling Studies, 40(2), 701–703. https://doi.org/10.1007/s10899-023-10271-6

Hartanto. (2018). Metodologi Penelitian Hukum. Cakrawala Cendekia.

Irianto, S. (2009). Hukum yang Bergerak, Tinjauan Antropologi Hukum. Yayasan Obor Indonesia.

Izza, D., & Zahro, S. F. (2021). Transaksi Terlarang Dalam Ekonomi Syariah. Keadaban: Jurnal Sosial & Humaniora, 3(1). https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/keadaban/article/view/2653

Junaidi. (2024). Komisi Fatwa MUI Ingatkan Bahaya Konsumsi Haram Hasil Judi Online. Muidigital. https://mui.or.id/baca/berita/komisi-fatwa-mui-ingatkan-bahaya-konsumsi-haram-hasil-judi-online

Kongah, M. N. (2024). Darurat Judi Online: Cegah dan Berantas. Ppatk.Go.Id. https://www.ppatk.go.id/siaran_pers/read/1386/darurat-judi-online-cegah-dan-berantas.html

Laras, A., Salvabillah, N., Caroline, C., Dinda, F., & Finanto, M. (2024). Analisis Dampak Judi Online di Indonesia. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 3(2), 320–331.

Makarim, E. (2005). Pengantar Hukum Telematika Suatu Kompilasi Kajian. RajaGrafindo Persada.

Mardani. (2009). Bunga Rampai Hukum Aktual. Ghalia Indonesia.

Martha, P. A. N. (2025). Legal Review of Online Gambling Crimes in Indonesia and its Impact on the Younger Generation. Journal of Social Research, 4(8), 2213–2218. https://doi.org/10.55324/josr.v4i8.2722

Maskun. (2014). Kejahatan Siber: Cyber Crime Suatu Pengantar. Kencana.

Migu, M., & Zaky, M. (2022). Penyebab Keterlibatan Masyarakat dalam Aktivitas Perjudian Online: Studi Kasus Kelurahan Kedaung, Tangerang Selatan. Anomie: Jurnal Kriminologi, 4(1). https://jom.fisip.budiluhur.ac.id/anomie/article/view/331

Nurse, J. R. C. (2018). Cybercrime and You: How Criminals Attack and the Human Factors That They Seek to Exploit. https://doi.org/10.48550/ARXIV.1811.06624

Pansariadi, R. S. B., & Soekorini, N. (2023). Tindak Pidana Cyber Crime dan Penegakan Hukumnya. Binamulia Hukum, 12(2), 287–298. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i2.605

Priambada, B. S., & Iskandar, B. (2025). Tinjauan Kriminalitas Terhadap Praktik Judi Online (Issue March).

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (2024). Laporan Tahunan 2023. Ppatk.Go.Id. https://www.ppatk.go.id/publikasi/read/222/laporan-tahunan-2023.html

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. (2026). PPATK Perkuat Sinergi Eksekusi Aset Perjudian Online Senilai Rp58 Miliar. Ppatk.Go.Id. https://www.ppatk.go.id/news/read/1600/ppatk-perkuat-sinergi-eksekusi-aset-perjudian-online-senilai-rp58-miliar.html

Putranto, R. D. (2023). Teknologi Hukum, Paradigma Baru Hukum di Dunia Digital. Universitas Padjadjaran.

Rahardjo, S. (2009). Hukum Progresif: Sebuah Sintesa Hukum Indonesia. Genta Publishing.

Roy, S. (2021). Theory of Social Proof and Legal Compliance: A Socio-Cognitive Explanation for Regulatory (Non) Compliance. German Law Journal, 22(2), 238–255. https://doi.org/10.1017/glj.2021.5

Saputri, V. A. (2023). Tinjauan Hukum Bagi Pelaku Perjudian Perspektif Filsafat Hukum dan Filsafat Hukum Islam (Perbandingan KUHP dan Qonun Nomor 6 Tahun 2014). Comparativa: Jurnal Ilmiah Perbandingan Mazhab Dan Hukum, 3(2), 199–218. https://doi.org/10.24239/comparativa.v3i2.43

Setiawan, E. (2025). Fenomena Judi Online dan Dampaknya bagi Masyarakat. Jurnal Intervensi Sosial, 3(2), 30–43. https://doi.org/10.32734/intervensisosial.v3i2.17205

Situmeang, T. A., Ariska, R., & Ali, T. M. (2023). Tinjauan Hukum Tentang Pengaruh Judi Online Terhadap Perceraian. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(4). https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/3891

Solihin. (2007). Gaul Tekno Tanpa Error. Gema Insani Press.

Suhur, M. K., Anas, M., Rizyawan, B. B., Muslikah, & Mahfud, A. (2025). Analisis Dampak Judi Online dan Strategi Intervensi Bimbingan dan Konseling: Sebuah Kajian Literatur. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(3). https://doi.org/10.5281/ZENODO.15244246

Tirama, S. S., & Rohman, A. (2024). Analisis Maqashid Syariah (Hifdz Al-Maal) Pada Karyawan Borongan CV. Maulana Al-Ghifary. Kaffa: Journal of Sharia Economic and Business Law, 3(4). https://journal.trunojoyo.ac.id/kaffa/article/view/30039

Tuan Ibrahim, T. M. F. H., Nor Muhamad, N. H., & Baharuddin, A. S. (2025). Online Gambling: A Comparative Analysis Under Civil and Syariah Law in Malaysia. Brawijaya Law Journal, 12(2), 367–393. https://doi.org/10.21776/ub.blj.2025.012.02.08

Widodo, H., & Belgradoputra, R. J. S. (2026). Seluk Beluk Metodologi Penelitian Hukum. Cendekia Press Printing.

Yanti, N. (2020). Mewujudkan Keharmonisan Rumah Tangga Dengan Menggunakan Konseling Keluarga. Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 8. https://doi.org/10.24014/0.8710152

Zagi, L. M., Digdo, G. P., & Shalannanda, W. (2025). Just Dork and Crawl: Measuring Illegal Online Gambling Defacement in Indonesian Websites. 2025 International Symposium on Intelligent Signal Processing and Communication Systems (ISPACS), 1–6. https://doi.org/10.1109/ISPACS68724.2025.11382736

Downloads

Published

06-05-2026

How to Cite

Belgradoputra, R. J. S., & Mardani, M. (2026). Model Kebijakan Penal–Non Penal dalam Penanggulangan Judi Online Berbasis Cyber Law di Indonesia. Begawan Abioso, 17(1), 1–19. https://doi.org/10.37893/abioso.v17i1.1278