Analisis Normatif terhadap Kewenangan Badan Wakaf Indonesia dalam Penggantian Nazhir: Studi Putusan PTUN Semarang Nomor 5/G/2025/PTUN.Smg

Authors

  • Husnia Hilmi Wahyuni Universitas 17 Agustus 1945, Semarang, Indonesia
  • Faisal Afda’u Universitas 17 Agustus 1945, Semarang, Indonesia
  • Febryan Alam Susatyo Universitas 17 Agustus 1945, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/jbh.v14i2.1245

Keywords:

Badan Wakaf Indonesia, Nazhir, Penggantian Nazhir, PTUN

Abstract

Guna terwujudnya tujuan wakaf secara optimal, maka diperlukan adanya Nazhir yang memiliki kedudukan sebagai pihak yang amanah dalam pemeliharaan serta pengelolaan harta benda wakaf. Namun, terhadap Nazhir dapat dilakukan pemberhentian dan penggantian jika tidak melakukan tugas dan kewajiban sebagai Nazhir dan/atau melanggar ketentuan larangan dan pengelolaan harta benda wakaf sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai lembaga independen memiliki kewenangan melakukan penggantian Nazhir apabila terdapat kondisi tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BWI memiliki kewenangan atributif dalam memberhentikan dan mengganti Nazhir sebagaimana diatur dalam berdasarkan Pasal 49 ayat (1) huruf d UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Pasal 45 ayat (1) PP No. 42 Tahun 2006 jo. PP No. 25 Tahun 2018, serta Pasal 3 ayat (1) huruf g Peraturan BWI Nomor 3 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Penggantian Nazhir. Namun, kewenangan tersebut bukanlah kewenangan absolut, melainkan harus dilaksanakan selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aslina, N., Addieningrum, F. M., Mulyanto, & Nurlatifah. (2022). Tugas dan Wewenang Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perspektif Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Addayyan, 17(1), 50–65.

Dahlan, R., Susanto, E., & Sitasari, I. (2025). Berwakaf Cerdas: Praktis untuk Calon Wakif di Era Modern. Karya Bakti Makmur.

Dya Wulandari, Arinka Puspita Sari, & Rima Fauziyyah. (2024). Literatur Review: Penerapan dan Pelaporan Akuntansi Wakaf Pada Badan Wakaf Indonesia (BWI). Journal of Management and Innovation Entrepreneurship (JMIE), 1(2), 113–132. https://doi.org/10.59407/jmie.v1i2.337

Fatma, U. (2022). Analisis Normatif-Yuridis Tentang Penggantian Nadzir Tidak Cakap Dalam Pengelolaan Wakaf (Studi Putusan Nomor 460 K/AG/2019). At-Ta’awun : Jurnal Mu’amalah Dan Hukum Islam, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.59579/atw.v1i1.2695

Fauzan, A., Amin, M., & Patimah. (2024). Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Benda Wakaf pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu. Iqra : Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman, 19(2), 177–184. https://doi.org/10.56338/iqra.v19i2.5397

Fitria, I. G., Soerodjo, I., & Sudirman, S. (2023). Kedudukan Nazhir yang Tidak Terdaftar Pada Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia Sehubungan Dengan Harta Benda Wakaf Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2574–2585. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1172

Gunawan, F., Mahmud, A., & Umasugi, N. (2022). Peran Nazhir Dalam Pengelolaan Wakaf Produktif Pada Yayasan Kesejahtraan Nurul Bahar Tomalou Kota Tidore Kepulauan. Indonesian Journal of Shariah and Justice, 2(2), 199–228. https://doi.org/10.46339/ijsj.v2i2.39

Hafzi, A., & Elfia, E. (2024). Nazir Wakaf Dalam Perspektif Peraturan BWI No. 1 Tahun 2020 dan Fiqih Wakaf. Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat, 7(1), 1–10. https://doi.org/10.31869/jkpu.v7i1.5046

Isharyanto, J. E., & Wahyuni, H. H. (2024). Resolution of Disputes on Waqf Land for Sale. Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum, 23(3), 1395–1408.

Marzuki, P. M. (2017). Penelitian Hukum. Kencana Prenada Media Group.

Mubarok, A. Z. S. (2020). Penggantian Nazhir Wakaf Perseorangan Ke Badan Hukum Dalam Perspektif Maqashid Asy-Syari’ah (Studi di Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Kota Tasikmalaya). Jurnal Ekonomi Syariah, 5(1), 80–97. https://doi.org/10.37058/jes.v5i1.1507

Naja, H. R. D. (2022). Hukum Wakaf. Uwais Inspirasi Indonesia.

Nur Hidayah. (2022). Tinjaun Hukum Islam Terhadap Penerapan Jangka Waktu Wakaf Menurut Pasal 6 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 1(1), 01–13. https://doi.org/10.55606/jhpis.v1i1.532

Pratiwi, I. E., Sudirman, M., & Sailellah, S. (2025). Perlindungan Hukum bagi Nazhir dalam Perspektif Hukum Perwakafan di Indonesia. Journal of Innovation Research and Knowledge, 6(7), 651–645.

Suryamah, A., & Lita, H. N. (2021). Pengaturan Pengelolaan Dana Wakaf Sebagai Modal Untuk. Jurnal Bina Mulia Hukum, 5(2), 240–258. https://doi.org/10.23920/jbmh.v5i2.269

Susilawati, N., Guspita, I., & Novriadi, D. (2021). Peran Nazhir Dalam Perlindungan Harta Wakaf. ZAWA: Management of Zakat and Waqf Journal, 1(1). https://doi.org/10.31958/zawa.v1i1.3593

Downloads

Published

2025-11-26

How to Cite

Wahyuni, H. H., Afda’u, F., & Susatyo, F. A. (2025). Analisis Normatif terhadap Kewenangan Badan Wakaf Indonesia dalam Penggantian Nazhir: Studi Putusan PTUN Semarang Nomor 5/G/2025/PTUN.Smg. Binamulia Hukum, 14(2), 317–327. https://doi.org/10.37893/jbh.v14i2.1245