Disharmoni Kewenangan Dalam Perbaikan Data Paspor dan Implikasinya Terhadap Hak Keluar Wilayah

Authors

  • Eva Albatun Nabilah Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Indonesia
  • Irvan Irvan Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Indonesia
  • Sulistiani Rosinasiku Universitas Borneo Tarakan, Tarakan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1348

Keywords:

Kewenangan Administratif, Paspor, Perbedaan Data, Wilayah Perbatasan

Abstract

Wilayah perbatasan merupakan kawasan yang rentan terhadap praktik pengurusan dokumen keimigrasian secara ilegal, yang pada akhirnya dapat menimbulkan ketidakpastian hukum. Artikel ini menganalisis kepastian hukum dalam proses koreksi data paspor bagi pekerja migran yang menjadi korban praktik tersebut serta mengkaji hambatan kelembagaan dalam upaya penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan socio-legal dan mengambil studi kasus dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kaltara di Kota Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya disharmonisasi kewenangan antara Pengadilan Negeri dan Kantor Imigrasi yang menghambat proses koreksi data paspor, sehingga korban tidak memperoleh penyelesaian yang efektif. Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum dan menghambat pemenuhan hak konstitusional warga negara untuk melakukan mobilitas lintas batas. Penelitian ini menegaskan bahwa permasalahan tersebut mencerminkan kelemahan struktural dalam sistem administrasi keimigrasian, khususnya akibat belum tersedianya mekanisme koreksi data yang jelas, terstandarisasi, dan terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan administratif yang responsif, berorientasi pada perlindungan korban, serta terintegrasi lintas institusi guna menjamin kepastian hukum dan pemenuhan hak keimigrasian warga negara, terutama di wilayah perbatasan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ali, K., & Saputra, A. (2020). Tata Kelola Pemerintahan Desa Terhadap Peningkatan Pelayanan Publik di Desa Pematang Johar. Warta Dharmawangsa, 14(4), 602–614. https://doi.org/10.46576/wdw.v14i4.891

Araryaputra, A., Maulidia, H., & Ryanindityo, M. (2026). Strategi Penguatan Fungsi Keimigrasian Melalui Sinergi Lintas Sektor: Analisis Penanganan Perlintasan Ilegal di Perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia. Jurnal Bina Ilmu Cendekia, 6(2), 133–143. https://doi.org/10.46838/jbic.v6i2.850

Arianto, A., & Rofii, M. S. (2024). Challenges and Measures to Counteract Passport Data Falsification in Indonesian Migrant Workers: A Review of the Circular Letter of the Director General of Immigration of the Republic of Indonesia Number: IMI-GR.01.01-0252 of 2023. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi, 5(11), 4932–4947. https://doi.org/10.59141/jist.v5i11.7037

Ayuningtyas, D. W. (2020). Penerapan Good Governance Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Keimigrasian. Journal of Administration and International Development, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.52617/jaid.v1i1.223

Brata, N. T., Wicaksono, H., & Pramono, D. (2020). Exploiting of Natural Resources as Livelihoods of The Border Citizens in The Sebatik Island, North Kalimantan. Komunitas, 12(2), 308–312. https://doi.org/10.15294/komunitas.v12i2.24392

Dalla, L. A., Medan, K. K., & Tadeus, D. W. (2019). Tanggungjawab Keimigrasian Terhadap Pemalsuan Identitas Pemohon Paspor (Kasus Kantor Imigrasi Kelas I Kupang). Jurnal Proyuris, 1(1), 12–27. https://ejurnal.undana.ac.id/JP/article/view/1075

Dhiba, H. F. (2019). The Phenomenon of People Smuggling in the Lens of Indonesian Immigration: Efforts for Handling and Collaborating with Institutions in Handling it. Journal of Law and Border Protection, 1(1), 59–71. https://doi.org/10.52617/jlbp.v1i1.157

Fahroy, C. A. (2017). Aspek Hukum Internasional Pada Batas “Imajiner” Negara. Jurnal Wawasan Yuridika, 1(1), 54. https://doi.org/10.25072/jwy.v1i1.127

Fitra Ramadani, E., Karim, M., & Burhanuddin. (2021). Patologi Birokrasi Dalam Pelayanan Pengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Kota Makassar. Indonesian Journal of Intellectual Publication, 1(2), 97–104. https://doi.org/10.51577/ijipublication.v1i2.82

Hadjon, P. M. (2008). Pengantar Hukum Administrasi Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Kifli, G. C., & Shafar, S. M. (2019). Pengembangan Ekonomi Sebagai Strategi Keamanan di Daerah Perbatasan Negara: Potensi dan Tantangan Dalam Pengembangan Peternakan di Kalimantan Barat. Jurnal Kawistara, 9(3), 299. https://doi.org/10.22146/kawistara.40764

Kusdarini, E., Puspitasari, C. D., Sakti, S. W. K., & Wahyuni, P. M. (2021). The Urgency of Legal Literacy for Indonesian Migrant Workers through Distance Education. Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 15(4), 399–416. https://doi.org/10.25041/fiatjustisia.v15no4.2317

Muhidi, S. N. (2019). Penyelesaian Sengketa Perbatasan yang Ditinjau Melalui Implementasi Border Crossing Agreement Antara Indonesia-Filipina (Studi Kasus Pulau Miangas, Sulawesi Utara). Transborders: International Relations Journal, 2(2), 108–114. https://doi.org/10.23969/transborders.v2i2.1517

Muhlisa, A. N., & Roisah, K. (2020). Penegakan Hukum Keimigrasian Terhadap Penyalahgunaan Visa Izin Tinggal Kunjungan Lewat Batas Waktu (Overstay) Pada Warga Negara Asing. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 2(2), 145–157. https://doi.org/10.14710/jphi.v2i2.145-147

Nugroho, A. S., Rijanta, R., Santoso, P., & Marfai, M. A. (2023). The Regionalism of Borders in Indonesia (Case Study: Sebatik Island, Indonesia). Indonesian Journal of Geography, 55(3). https://doi.org/10.22146/ijg.79811

Oriwardana, N., & Utami, D. Y. (2020). Immigration Provisions Against the Traffic of People Entering/Exiting the Region of Indonesia. Journal of Law and Border Protection, 2(1), 79–86. https://doi.org/10.52617/jlbp.v2i1.185

Satriana, I. M. W. C., & Dewi, N. M. L. (2022). Kebijakan Formulasi Pengaturan Pembuatan Paspor Ditinjau dari Pasal 126 Huruf C Undang-Undang Keimigrasian. Vyavahara Duta, 17(2), 1–10. https://doi.org/10.25078/vyavaharaduta.v17i2.1971

Sinuraya, F. A., Ndururu, Y., Nasution, H., Janmanogi, A., & Hasibuan, N. S. (2023). Analisis Yuridis Tentang Perubahan Nama Dalam Penerbitan Akta Kelahiran Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(7), 155–172. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/4124

Syahrin, M. A. (2021). Aspek Hukum Laboratorium Forensik Keimigrasian: Studi Kasus Pemeriksaan Paspor Palsu Kebangsaan Inggris Atas Nama Abbas Tauqeer. Jurnal Akta Yudisia, 3(1). https://doi.org/10.35334/ay.v3i1.985

Wicaksono, D. I. (2021). Illegal Immigrants Between Indonesia Australia: How the Law and Policy Solving the Problems? The Digest: Journal of Jurisprudence and Legisprudence, 2(1), 91–116. https://doi.org/10.15294/digest.v2i1.48635

Wijaya, B., Kiswanto, Rachmatsyah, A. D., Helmud, E., Susilo, A., & Prasaja, P. Z. (2022). Percepatan Layanan Keimigrasian Dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 1–6. https://doi.org/10.31004/cdj.v3i1.2725

Downloads

Published

2026-06-21

How to Cite

Nabilah, E. A., Irvan, I., & Rosinasiku, S. (2026). Disharmoni Kewenangan Dalam Perbaikan Data Paspor dan Implikasinya Terhadap Hak Keluar Wilayah. Binamulia Hukum, 15(1), 87–100. https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1348