Penerapan Asas In Dubio Pro Reo dalam Putusan Nomor 454/Pid.B/2024/PN Sby

Authors

  • Philipus Harapenta Sitepu Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
  • Pujiyono Pujiyono Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
  • Darminto Hartono Paulus Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1409

Keywords:

In Dubio Pro Reo, Keyakinan Hakim, Pembuktian, Putusan Bebas

Abstract

Inkonsistensi penerapan asas in dubio pro reo dalam praktik peradilan pidana di Indonesia masih menjadi persoalan karena belum memiliki parameter yang jelas, terutama ketika terjadi pertentangan antaralat bukti di persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan penerapan asas in dubio pro reo dalam Putusan Nomor 454/Pid.B/2024/PN Sby pada perkara pembunuhan dengan terdakwa Gregorius Ronald Tannur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus (case approach), serta memanfaatkan bahan hukum sekunder yang dianalisis secara kualitatif melalui logika deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim menerapkan asas in dubio pro reo karena tidak terdapat kesesuaian yang meyakinkan antara rekaman CCTV, Visum et Repertum, dan keterangan ahli keselamatan berkendara, sehingga hubungan kausal antara tindakan terdakwa dan kematian korban tidak terbukti secara meyakinkan sebagaimana dipersyaratkan dalam Pasal 183 KUHAP. Ditinjau dari teori negatief wettelijk bewijsstheorie, conviction raisonnée, dan standar beyond reasonable doubt, penerapan asas tersebut hanya dapat dibenarkan apabila keraguan yang timbul bersifat rasional dan didasarkan pada analisis yang menyeluruh terhadap seluruh alat bukti. Penelitian ini menegaskan urgensi perumusan parameter yang lebih jelas mengenai penerapan asas in dubio pro reo guna mewujudkan kepastian hukum dan konsistensi putusan dalam peradilan pidana di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbar, T. N. & Hendra. (2021). Penerapan Asas In Dubio Pro Reo Pada Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam Perkara Pidana. Repertorium: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 10(1). https://doi.org/10.28946/rpt.v10i1.1189

Alfret, & Frans, M. P. (2024). Provisions on The Principle of Lex Favor Reo In The Indonesian Criminal Code Regarding Decisions That Have Permanent Legal Force. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 75–92. https://doi.org/10.24246/jrh.2023.v8.i1.p75-92

Anbarasi, G., & Sankar, D. (2026). Data Protection Challenges in AI-Driven Criminal Justice in the EU and India. International Journal of Computational Intelligence Systems, 19(1), 20. https://doi.org/10.1007/s44196-025-01037-6

Björk, M. (2025). The end and purpose of law: Hans Barion and Gustav Radbruch on spiritual and temporal authority. Studia Theologica - Nordic Journal of Theology, 79(1), 39–58. https://doi.org/10.1080/0039338X.2025.2492003

Dianti, F. (2024). Hukum Pembuktian Pidana di Indonesia: Perpandingan HIR dan KUHAP. Sinar Grafika.

Hadi, F. (2022). Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Wijaya Putra Law Review, 1(2), 170–188. https://doi.org/10.38156/wplr.v1i2.79

Imelda, C., Ma’arij, A., Mangar, I., Hazmi, R. M., Sukmareni, Abidin, M. A., Indrayati, R., & Hidayah, A. (2024). Logika dan Argumen Dalam Penalaran Hukum. Gita Lentera.

Ismoyo, J. D., Apriyanto, Harryanti, T., & Judijanto, L. (2025). Teori Negara Hukum Modern. Sonpedia Publishing Indonesia.

Kadir, Z. K. (2025). Meruntuhkan Pilar Keadilan: Apakah Sistem Peradilan Dapat Berfungsi Tanpa Standar Pembuktian? Mandub : Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 3(2), 40–61. https://doi.org/10.59059/mandub.v3i2.2351

Kaligis, O. C. (2023). Upaya Terakhir Menggapai Keadilan. Alumni.

Komisi Yudisial. (2023). Laporan Tahunan Komisi Yudisial 2023.

Laksmi C.D.M., I. G. A. D., Yuliartini, N. P. R., & Mangku, D. G. S. (2020). Penjatuhan Sanksi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Singaraja dalam Perkara No. 124/Pid. B/2019/PN.SGR). Jurnal Komunitas Yustisia, 3(1). https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/jatayu/article/view/28834

Mukaldyeva, G., Alkebayeva, J., Yermukhametova, S., Atakhanova, S., & Karatayeva, A. (2026). Upholding Civil Rights Through Commitment to the Rule of Law in Advocacy. Security Journal, 39(7). https://doi.org/10.1057/s41284-025-00522-z

Novaković, F. (2026). Proving guilt beyond reasonable doubt: Evidentiary standards in criminal proceedings in Bosnia and Herzegovina. The International Journal of Evidence & Proof, 30(3), 268–284. https://doi.org/10.1177/13657127261436186

Pujayanti, L. P. V. A., Rumalean, Z. Z., Rahmawati, Koswara, A., & Afrizal, M. (2025). Buku Ajar Hukum Acara Pidana. Sonpedia Publishing Indonesia.

Quackelbeen, Dr. L. (2026). Rethinking Treaty Interpretation and Crime Interpretation at the ICC. International Criminal Law Review, 26(2), 250–285. https://doi.org/10.1163/15718123-bja10258

Rometius, S. (2026). Historical Development of Chinese International Law Theories: From the Late Qing Dynasty to the Rise of China. Asian Perspective, 50(1), 133–153. https://doi.org/10.1353/apr.2026.a983613

Safiranita, T., Putri, S. A., & Kusmayanti, H. (2017). Penyelesaian Sengketa Merek Terkenal “SEPHORA” atas Dasar Persamaan Pada Pokoknya Berdasarkan Herzien Inlandsch Reglement (HIR) dan Undang-Undang Merek. Dialogia Iuridica: Jurnal Hukum Bisnis dan Investasi, 9(1), 112. https://doi.org/10.28932/di.v9i1.734

Saputra, R., Lufsiana, & Negara, D. S. (2025). Reformasi Hukum Acara Pidana: Menyongsong KUHAP Baru. Langgam Pustaka.

Simmonds, N. E. (2026). Reflections on the Idea of Law. The American Journal of Jurisprudence, 71(1), 1–16. https://doi.org/10.1093/ajj/auag005

Sudira, I. K., & Asikin, Z. (2025). Redesain Pembaruan Hukum Acara Perdata Indonesia: Mekanisme Pemeriksaan Perkara di Pengadilan Negeri. Prenada Media.

Susilo, E. (2020). Permasalahan Praperadilan, Ganti Rugi dan/atau Rehabilitasi: Ditinjau dari Segi Teori, Norma dan Praktik. Alumni.

Tarigan, R. S. (2024). Konstitusi dan Kekuasaan Studi Kasus dalam Hukum Tata Negara. Ruang Karya Bersama.

Wijaya, D. W. (2025). Pertentangan Asas Res Judicata Pro Veritate Habetur dengan Asas Presumption of Innocence dalam Peradilan Pidana. Iblam Law Review, 5(1), 15–24. https://doi.org/10.52249/ilr.v5i1.546

Yasynok, D., Bychkov, I., Kravchenko, I., Kotviakovskyi, Y., & Shulzhenko, A. (2025). The concept of the standard of proof in common and continental law. Revista Justiça do Direito, 39(1), 125–152. https://doi.org/10.5335/rjd.v39i1.16882

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Sitepu, P. H., Pujiyono, P., & Paulus, D. H. (2026). Penerapan Asas In Dubio Pro Reo dalam Putusan Nomor 454/Pid.B/2024/PN Sby. Binamulia Hukum, 15(1), 237–251. https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1409