Pola Penalaran dan Pertimbangan Hukum Hakim atas Klaim Warisan terhadap Wakaf Tak Tercatat di Indonesia

Authors

  • Uswatun Hasanah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Syafruddin Syam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia
  • Imam Yazid Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1447

Keywords:

Harta Warisan, Penalaran Hukum, Pertimbangan Hakim, Sengketa Wakaf, Wakaf Tidak Tercatat

Abstract

Wakaf merupakan institusi hukum Islam yang memiliki dimensi ibadah dan sosial-ekonomi untuk mewujudkan kemaslahatan umat secara berkelanjutan. Dalam fiqih, wakaf dinyatakan sah apabila memenuhi rukun dan syarat, meskipun tidak dicatat secara administratif. Sebaliknya, hukum positif Indonesia menempatkan pencatatan wakaf melalui Akta Ikrar Wakaf (AIW) sebagai instrumen penting untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum. Perbedaan konsepsi tersebut menimbulkan sengketa ketika harta yang telah diwakafkan tanpa pencatatan administratif diklaim sebagai harta warisan oleh ahli waris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pertimbangan hukum hakim, mengidentifikasi pola penalaran hukum yang digunakan dalam memutus sengketa wakaf tidak tercatat, serta mengkaji kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip wakaf dalam fiqih klasik. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumen terhadap putusan pengadilan, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan teori penalaran hukum Shidarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim tidak semata-mata mendasarkan putusan pada keberadaan AIW atau sertifikat wakaf, tetapi juga mempertimbangkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, seperti keterangan saksi, penguasaan dan pemanfaatan objek wakaf, pengakuan masyarakat, serta indikasi kehendak wakif. Analisis putusan memperlihatkan adanya dua pola penalaran hukum, yaitu pendekatan formalistik yang menitikberatkan pada pembuktian administratif dan pendekatan substantif yang mengutamakan fakta sosial serta tujuan hukum wakaf. Dalam perspektif fiqih klasik, keabsahan wakaf ditentukan oleh terpenuhinya rukun, syarat, dan alat bukti yang sah, bukan oleh pencatatan administratif. Temuan ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara kepastian hukum dalam hukum positif dan keadilan substantif dalam hukum Islam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abasi, M. (2024). Penyelesaian sengketa wakaf di Kotamobagu. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, 4(1). https://doi.org/10.30984/ajiel.v4i1.3126

Al-Nawawi, A. Z. M. Y. bin S. (1929). Sharh al-Nawawi ’ala Sahih Muslim. Dar Ihya’ al-Turath al-’Arabi.

Anafiah, M. A. (2024). Kekuatan hukum Akta Ikrar Wakaf dalam pendaftaran dan pembuktian harta benda wakaf. Law Review UNES, 6(3), 233–247.

Azizan, F. (2022). Analisis hukum Islam terhadap putusan pengadilan agama atas gugatan pembatalan wakaf oleh ahli waris. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(12), 18025–18042. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i9.14236

Djafri, M. T. (2021). Permasalahan dan penyelesaian sengketa wakaf dalam perspektif hukum Islam. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 2(3), 396–412. https://doi.org/10.36701/bustanul.v2i3.402

Djazuli, A. (2017). Kaidah-Kaidah Fikih: Kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah Praktis. Jakarta: Kencana.

Fauzi, F., & Djumeno, L. D. (2021). Hak guna bangunan di atas tanah wakaf sebagai terobosan baru pemberdayaan tanah wakaf secara produktif. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 14(1), 1–16. https://doi.org/10.47411/al-awqaf.v14i1.103

Hasan, S., & Sari, E. (2021). Pengelolaan wakaf produktif di Lembaga Amil Zakat Nurul Fikri Sampit ditinjau dari Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 14(1), 50–64. https://doi.org/10.47411/al-awqaf.v14i1.116

Hasanah, N. (2020). Teori prinsip penyelesaian sengketa wakaf dan kontribusinya terhadap pembangunan sistem hukum wakaf di Indonesia. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 10(1), 1–23.

Hasna, S. F. (2025). Perbedaan Perspektif Hakim dalam Putusan Sengketa Pembiayaan Murabahah: Analisis Pertimbangan Hakim dan Keadilan Syariah. Sosains: Jurnal Sosial dan Sains, 5(8), 2606–2614. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v5i8.32427

Mertokusumo, S. (2021). Penemuan Hukum: Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

Muchtar, A. D., Dunia, J. P., Al Azizah, N., Risdayani, & Musfirah. (2025). Kedudukan Akta Ikrar Wakaf perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam, 6(2), 396–419. https://doi.org/10.36701/bustanul.v6i2.1999

Musa, M. (2023). Matinya rule breaking: Postulat penalaran hakim dalam pembentukan putusan. Jurnal Pengembangan Hukum Indonesia. https://doi.org/10.14710/jphi.v5i2.285-306

Musyafah, N. (2024). Administrasi dan Perlindungan Hukum Terhadap Aset Wakaf dalam Sistem Hukum Indonesia. Aiszawa: Jurnal Hukum Islam.

Nisa, K., Attin, S. N., Novitasari, A., & Nasoha, R. A. M. M. (2024). Analisis penyelesaian sengketa wakaf dalam perspektif hukum Peradilan Agama di Indonesia. AL HUKMU: Journal of Islamic Law and Economics, 3(2), 79–92. https://doi.org/10.54090/hukmu.208

Putri, C. A., & Ambarwati, M. D. (2025). Kewenangan Pengadilan Agama dalam penyelesaian sengketa wakaf. Tasfiyah: Journal of Islamic Law and Sharia Economics, 1(2), 79–86. https://doi.org/10.69836/tasfiyah.v1i2.405

Ratnasari, R. T., Rofiqoh, S. N. I., Sukmana, R., Alimin, A., & Sulistyowati, S. (2021). Model Islamic Corporate Governance (ICG) wakaf uang berbasis kewirausahaan: Studi multi kasus di Indonesia dan Malaysia. Al-Awqaf: Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, 14(1), 17–30. https://doi.org/10.47411/al-awqaf.v14i1.134

Rizki, A. P. (2024). Peran Badan Wakaf Indonesia dalam penyelesaian sengketa wakaf di Indonesia. Filantropi: Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf.

Rozalinda. 2021. Manajemen Wakaf Produktif. Depok: Rajawali Pers.

Shidarta. (2013). Hukum Penalaran dan Penalaran Hukum. Yogyakarta: Genta Publishing.

Susilo, E., & Negara, D. S. (2025). Ratio decidendi dan obiter dictum: Evolusi konseptual pertimbangan hakim dalam putusan pidana Indonesia. Jurnal Negara Hukum: Membangun Hukum untuk Keadilan, 16(2).

Tarigan, A.A. (2022). Hukum Kewarisan Islam Kontemporer. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Hasanah, U., Syam, S., & Yazid, I. (2026). Pola Penalaran dan Pertimbangan Hukum Hakim atas Klaim Warisan terhadap Wakaf Tak Tercatat di Indonesia. Binamulia Hukum, 15(1), 585–600. https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1447