Kajian Hukum terhadap Surat Keputusan Bupati Serang Nomor 189/HUK/SK/1975 dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara

Authors

  • Imam Rozikin Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “IBLAM”, Jakarta Timur, Indonesia
  • Radian Syam Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “IBLAM”, Jakarta Selatan, Indonesia
  • Jamiatur Robekha Sekolah Tinggi Ilmu Hukum “IBLAM”, Jakarta Pusat, Indonesia
  • Muhammad Gufron Rum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1279

Keywords:

Hak Asasi Manusia, Hukum Administrasi Negara, Kebebasan Beragama, Keputusan Tata Usaha Negara

Abstract

Artikel ini menganalisis keberlakuan hukum serta mekanisme pembatalan Surat Keputusan Bupati Serang Nomor 189/Huk/SK/1975 yang melarang pendirian gereja dan pelaksanaan ibadah umat Kristen di luar Kota Serang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara keberlanjutan praktik administratif di tingkat lokal dengan prinsip supremasi konstitusi dan perlindungan kebebasan beragama dalam sistem hukum Indonesia. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengkaji doktrin hukum administrasi negara, peraturan perundang-undangan, serta putusan pengadilan untuk menilai keabsahan keputusan administratif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SK Tahun 1975 mengandung cacat kewenangan, prosedur, dan substansi karena melampaui atribusi kepala daerah, diterbitkan tanpa mekanisme partisipatif yang memadai, serta bertentangan dengan jaminan kebebasan beragama sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan instrumen hak asasi manusia internasional. Meskipun secara teoritis keputusan tersebut dapat digugat melalui Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN), hambatan limitasi waktu menyebabkan mekanisme tersebut tidak efektif untuk menguji keputusan yang telah berlaku selama puluhan tahun. Oleh karena itu, pembatalan administratif berdasarkan Pasal 69 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 merupakan jalur yang lebih rasional dan sejalan dengan prinsip good governance. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan mekanisme constitutional filtering serta koreksi internal birokrasi sebagai upaya menjembatani kesenjangan antara praktik administratif lokal dan prinsip konstitusional dalam menjamin supremasi konstitusi serta perlindungan kebebasan beragama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggara, S. (2018). Hukum Administrasi Negara (1st ed.). CV Pustaka Setia.

Angkasa. (2020). Viktimologi (1st ed.). PT. Raja Grafindo Persada.

Asshiddiqie, J., & Safa’at, M. A. (2006). Teori Hans Kelsen Tentang Hukum. In Sekretariat Jenderal & Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Asta, F. (2020). Arbitrary decision-making and the rule of law: The role of the jurisdiction in migrants’ detention proceedings : The discretion and arbitrariness. Etikk i Praksis, 14(2), 107–136. https://doi.org/10.5324/EIP.V14I2.3491

Azhari, M. S. (2021). Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan dan Problem Pendirian Rumah Ibadah di Indonesia. Jurnal Hak Asasi Manusia, 11(11), 35–61. https://doi.org/10.58823/jham.v11i11.87

Azra, A. (2006). Indonesia, Islam, and Democracy: Dynamics in a Global Context. Solstice Publishing.

Bagir, Z. A., Asfinawati, Suhadi, & Arianingtyas, R. (2020). Limitations to Freedom of Religion or Belief in Indonesia: Norms and Practices. Religion and Human Rights, 15(1–2), 39–56. https://doi.org/10.1163/18710328-BJA10003

Barnett, H. (2002). Constitutional & Administrative Law (4th ed.). Cavendish Publishing. https://doi.org/10.4324/9781843144755

Buana, M. S. (2020). A Realistic Perspective to Transitional Justice: A Study of Its Impediments in Indonesia. Journal of Southeast Asian Human Rights, 4(2), 406–426. https://doi.org/10.19184/jseahr.v4i2.8395

Butt, S. (2020). Constitutional recognition of “beliefs” in Indonesia. Journal of Law and Religion, 35(3), 450–473. https://doi.org/10.1017/jlr.2020.39

Chandra, M. J. A., Barid, V. B., Wahanisa, R., & Kosasih, A. (2022). Tinjauan Yuridis Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang Sistematis , Harmonis dan Terpadu di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 19(147), 5. https://doi.org/10.54629/jli.v19i1.790

Cohen, H. (1981). Kelsen’s Pure Theory of Law. The Catholic Lawyer, 26(2), 147–157.

Cristiana, M. (2022). Hak Konstitusional: Politik Hukum Kebebasan Beragama di Indonesia. Progresif: Jurnal Hukum, 16(2), 234–254. https://doi.org/10.33019/progresif.v16i2.3419

Crouch, M. (2018). Regulating Places of Worship in Indonesia: Upholding Freedom of Religious Minorities? Singapore Journal of Legal Studies, July 2007, 96–116. https://doi.org/https://www.jstor.org/stable/24869039

Eddyono, L. W. (2015). the First Ten Years of the Constitutional Court of Indonesia: the Establishment of the Principle of Equality and the Prohibition of Discrimination. Constitutional Review, 1(2), 199–146. https://doi.org/10.31078/consrev126

Faiki, L. O., & Azhari, M. I. (2023). Theory and Practice of State Administrative Law. Educational Journal of History and Humanities, 6(3), 823–830. https://doi.org/10.24815/jr.v6i3.33562

Fathuddin. (2015). Kebebasan Beragama Dalam Bingkai Otoritas Negara. Jurnal Legislasi Indonesia, 12(2), 1–25. https://doi.org/10.54629/jli.v12i2.398

Fawaid, F., Rahman, M. H. T., & Sari, D. P. (2023). Perlindungan Hak Asasi Manusia (Analisis Perkembangan Perlindungan Hak Asasi Manusia Di Indonesia). Jurnal Hukum Dan Sosial Politik, 1(4), 286–295. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v1i4.2973

Hadi, F. (2022). Negara Hukum Dan Hak Asasi Manusia Di Indonesia. Wijaya Putra Law Review, 1(2), 170–188. https://doi.org/10.38156/wplr.v1i2.79

Hakam, S. (2020). Banten: Di Antara Toleransi dan Intoleransi. In C. Pamungkas (Ed.), Intoleransi dan Politik Identitas Kontemporer di Indonesia (pp. 103–131). LIPI Press.

Hardian. (2015). Dialog Umat Islam Dan Kristen Di Kota Cilegon Banten. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, Vol 7 No 2(September), 205–234. http://ejournal.stain.sorong.ac.id/indeks.php/tasamuh

Hawke, N., & Parpworth, N. (1996). Introduction to Administrative Law (1st ed.). Cavendish Publishing Limited. https://doi.org/10.2307/442152

Hutabarat, B. A. (2017). Evaluasi Terhadap Peraturan Bersama Menteri Tahun 2006 Tentang Pendirian Rumah Ibadat. Societas Dei, 4(1), 8–31. https://doi.org/10.33550/sd.v4i1.41

Jordão, E. (2019). The Three Dimensions of Administrative Law. A&C - Revista de Direito Administrativo & Constitucional, 19(75), 21–38. https://doi.org/10.21056/aec.v20i75.1092

Kelsen, H. (2007). Teori Umum Hukum dan Negara : Dasar-Dasar Ilmu Hukum Normatif sebagai Ilmu Hukum Deskriptif-Empirik (Soemardi (ed.); 1st ed.). Bee Media.

Kusuma, R. A. (2019). Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Perilaku Intoleransi dan Antisosial di Indonesia. Mawa’Izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 10(2), 273–290. https://doi.org/10.32923/maw.v10i2.932

Lindsey, T. (2012). Islam, Law and the State in Southeast Asia : Volume 1, Indonesia. I.B. Tauris.

Menchik, J. (2016). Islam and Democracy in Indonesia. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781316344446

Miharja, M. (2023). Buku Ajar Metode Penelitian Hukum (1st ed.). CV Cendekia Press.

Miharja, M., Salim, E., Nachrawi, G., Putranto, R. D., & Hendrawan, A. (2021). Implementation of Emergency Public Activity Restrictions (PPKM) in Accordance With Human Rights and Pancasila Principles. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 4(3), 6855–6866. https://doi.org/10.33258/birci.v4i3.2505

Mohama, Y., & Nugroho, B. T. (2023). Dampak Politik Identitas Dalam Beragama Bagi Pertumbuhan Gereja di Indonesia. EULOGIA: Jurnal Teologi Dan …, 3(1), 17–30. https://doi.org/10.62738/ej.v3i1.44

Morris, C. W. (2004). The Modern State. In G. F. Gaus & C. Kukathas (Eds.), Handbook of Political Theory (pp. 195–209). SAGE Publications Ltd. https://doi.org/10.4135/9781848608139.n15

Muhlashin, I. (2021). Negara Hukum, Demokrasi dan Penegakan Hukum di Indonesia. Jurnal Al-Qadau, 8(1), 87–100. https://doi.org/10.1080/09638288.2019.1595750

Munaf, Y. (2015). Hukum Administrasi Negara. Marpoyan Tujuh Publishing.

Munawaroh, I., & Kudus, W. A. (2023). Intoleransi Agama Bagi Kehidupan Masyarakat Minoritas Di Kota Cilegon-Banten. Edu Sociata ( Jurnal Pendidikan Sosiologi), 6(1), 150–156. https://doi.org/10.33627/es.v6i1.1156

Nachrawi, G., & Agung, I. G. A. N. (2020). Teori Hukum (1st ed.). CV Cendekia Press.

Nalle, V. I. (2016). Kedudukan Peraturan Kebijakan Dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan. Refleksi Hukum: Jurnal Ilmu Hukum, 10(1), 1–16. https://doi.org/10.24246/jrh.2016.v10.i1.p1-16

Nugroho, K. S. (2022). Tata Kelola Kerukunan Umat Beragama di Kota Cilegon, Banten. Universitas Diponegoro.

Nugroho, K. S., Rahayu, R., Adnan, M., & Warsono, H. (2022). The Arrangement of Indonesian Religious Harmony: Lessons from Cilegon Banten. Journal of Governance, 7(1). https://doi.org/10.31506/jog.v6i3.13811

Prasetyo, F. N. A., & Jaelani, A. K. (2022). The Changing of Environmental Approval Administrative Law Perspective. Journal of Human Rights, Culture and Legal System, 2(3), 191–208. https://doi.org/10.53955/jhcls.v2i3.55

Rahardjo, S. (2007). Membedah Hukum Progresif (I. G. A. B. Wiranata, J. Emirzon, & F. Muntaqo (eds.)). Penerbit Buku KOMPAS. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1002/pad.1741

Ramli, R., Afzal, M., & Ardika, G. T. (2019). Studi Kritis Terhadap Ragam Konsep Negara Hukum. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 132. https://doi.org/10.31764/jmk.v10i2.1969

Remaja, I. N. G. (2017). Hukum Administrasi Negara (1st Ed). Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti.

Riansyah, A., Mulyani, M., AL-Giffari, M. F., Akbar, S. F., & Hulailah, S. (2021). Faktor Penolakan Pembangunan Gereja Oleh Masyarakat di Kota Cilegon. Ijd-Demos, 3(1). https://doi.org/10.37950/ijd.v3i1.79

Rohman, M. S. (2018). Negotiating The Space For Peace: Interreligious Tolerance And Harmony in Practice. Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities, 8(2), 132–144. https://doi.org/10.14203/jissh.v8i2.67

Rozikin, I. (2024). Pengantar Manajemen Pelayanan Publik (M. G. Rum (ed.)). Deepublish.

Rozikin, I., Suradinata, E., Mulyati, D., & Achmad, M. (2024). Policy Analysis Regarding The Maintenance Of Religious Harmony And The Establishment Of Houses Of Worship (Implementation Study of the Joint Regulation of Minister of Religion And Minister of Home Affairs Number 9/8 of 2006 in Cilegon City, Banten Provinc. Eduvest - Journal of Universal Studies, 4(06), 741–749. https://doi.org/10.59188/eduvest.v4i5.1227

Rozikin, I., Suradinata, E., Mulyati, D., Achmad, M., & Rozikin, I. (2025). Narrative Politics and The Limits of Religious Governance in Decentralized Indonesia: The Case of HKBP Maranatha in Cilegon, Indonesia. PENAMAS: Journal of Religion and Society, 38(1), 393–408. https://doi.org/10.31330/penamas.v38i1.830

Saputra, I. N., Hardi, A. R., & Rahmat, R. (2023). Sikap Intoleransi pada Kehidupan Beragama di Indonesia, Studi Kasus Cilegon, Kota Tanpa Gereja. Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1(2), 1–19.

Sen, A. (2009). The Idea of Justice. The Belknap Press of Harvard University Press.

Setara Institute. (2023). Indeks Kota Toleran Tahun 2022 (Issue April).

Sidin, A. I. (2019). Hak Konstitusional Beragama Menurut UUD 1945. In Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi. https://pusdik.mkri.id/index.php?page=web.Download2&id=678

Singh, R., & Syahur, T. (2023). Teori Kedaulatan Rakyat Berdasarkan Konstitusi. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 2(7), 31–40. https://ejournal.warunayama.org/index.php/triwikrama/article/view/1237

Situmorang, V. H. (2019). Kebebasan Beragama Sebagai Bagian dari Hak Asasi Manusia. Jurnal HAM, 10(1), 57. https://doi.org/10.30641/ham.2019.10.57-67

Sumadi, A. F. (2012). Hak Konstitusional Beragama dan Mahkamah Konstitusi. Jurnal Multikultural & Multireligius, 11(2), 7–14.

Suntoro, A., Hermanto, M. A., Farikhati, N., Fitri, O. R., Rizky, R., & Limbong, R. J. (2020). Pengkajian Komnas HAM RI atas Peraturan Bersama Menteri No. 9 dan 8 terkait pendirian rumah ibadah. 9, 1–100.

Suryawati, N., & Syaputri, M. D. (2022). Intoleransi Dalam Pembangunan Rumah Ibadah Berdasarkan Hak Konstitusional Warga Negara. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, 4(3), 433–446. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i3.433-446

Syam, R. (2024). Peningkatan Partisipasi Pemilih Pada Pilpres 2024 Sebagai Perwujudan Kedaulatan Rakyat. Iblam Law Review, 4(2), 2024. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i2.476

Wade, H. W. R. (1982). Administration Law (5th ed.). Oxford University Press.

Waldo, D. (1948). The Administrative State: A Study of Political Theory of American Public Administration (R. D. Smith & R. J. Swenson (eds.); 1st Ed). The Ronald Press Company.

Wiryono, H. (2009). Cilegon: Dari Kota Administratif Sampai Kota (1986-2005). Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 1(3), 296. https://doi.org/10.30959/patanjala.v1i3.259

Downloads

Published

2026-04-17

How to Cite

Rozikin, I., Syam, R., Robekha, J., & Rum, M. G. (2026). Kajian Hukum terhadap Surat Keputusan Bupati Serang Nomor 189/HUK/SK/1975 dalam Perspektif Hukum Administrasi Negara. Binamulia Hukum, 15(1), 15–33. https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1279