Kecukupan Undang-Undang Pasar Modal dalam Menjamin Pertanggungjawaban Konsultan Hukum pada Initial Public Offering

Authors

  • Nashwa Fadila Dewi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Dewi Mayaningsih Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia
  • Dian Rachmat Gumelar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1325

Keywords:

Konsultan Hukum Pasar Modal, Standar Pertanggungjawaban, Strict Liability

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Pasal 80 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal sebagai dasar penentuan standar pertanggungjawaban Konsultan Hukum Pasar Modal dalam hal terjadinya kerugian investor yang disebabkan oleh informasi yang menyesatkan atau tidak akurat dalam prospektus pada proses penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Teknik analisis yang digunakan meliputi interpretasi sistematis dan sinkronisasi horizontal norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar pertanggungjawaban Konsultan Hukum Pasar Modal di Indonesia berdasarkan Pasal 80 Undang-Undang Pasar Modal bersifat fault-based liability, yang bergantung pada pengungkapan fakta material dalam prospektus serta mengandung prinsip tanggung jawab renteng. Selain itu, rezim ini masih menempatkan beban pembuktian yang lebih berat pada investor dibandingkan dengan mekanisme pembalikan beban pembuktian ganda (double reversal burden of proof) di Belanda maupun kewajiban asuransi tanggung jawab profesional di Singapura. Oleh karena itu, Indonesia dapat mempertimbangkan penerapan prinsip strict liability, khususnya pada tahap awal pemeriksaan perkara. Pendekatan ini berpotensi memperkuat akses terhadap keadilan serta meningkatkan efektivitas perlindungan investor dalam sengketa pasar modal. Namun demikian, implementasinya harus didukung oleh pengaturan yang tegas dalam peraturan perundang-undangan guna menjamin kepastian hukum dan menyediakan landasan normatif yang jelas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulkadir. (2006). Hukum Perusahaan Indonesia. Citra Aditya Bakti.

Agusta, H. (2020). Pertanggungjawaban KHPM dalam Proses IPO jika Terdapat Fakta Material yang Tidak Diungkap. Masalah-Masalah Hukum, 49(1), 48–60. https://doi.org/10.14710/mmh.49.1.2020.48-60

Almaududi, & Ulfanora. (2021). Hukum Pasar Modal: Suatu Pengantar. RajaGrafindo Persada.

Amiruddin, N. V. R., Soefyanto, S., & Umam, I. K. (2025). Prinsip Keterbukaan Informasi (Full Disclosure) Dalam Proses IPO pada Masa Pandemi COVID-19. Journal of Legal Research, 5(1), 101–122. https://doi.org/10.15408/jlr.v4i6.21900

Angriani, D. (2025). IPO Paling Moncer 2025, COIN Melejit 3.000 Persen. IDX Channel.

Brüggemeier, G. (2011). Modernising Civil Liability Law in Europe, China, Brazil and Russia: Texts and Commentaries. Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511835179

Busch, D. (2024). The Knock-on Effect of Financial Supervision Law In Civil Liability Law. Journal of European Tort Law, 15(3), 225–263. https://doi.org/10.1515/jetl-2024-0013

Coffee, John C. Jr., (2006). “Gatekeepers: The Professions and Corporate Governance”. Faculty Books. 275. https://doi.org/10.1093/oso/9780199288090.001.0001

Devi, G., & Salim, S. (2025). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Pada Saham Saat Initial Public Offering (IPO). VII(2), 886–894.

Eichenberger, S. (2025). Gatekeeping and the Ethical Dilemma of Securities Lawyers. Civic Research Institute, 58(07), 81–90.

Farchan, A., Irfani, F., & Prameswari. (2025). Kepatuhan Konsultan Hukum Pasar Modal Terhadap Prinsip Materialitas dan Keterbukaan Dalam Penyusunan Legal Opinion Pada Proses Penawaran Umum Perdana (IPO). Padjadjaran Law Review, 13(1). https://doi.org/10.56895/plr.v13i1.2215

Fuady, M. (2014). Doktrin-Doktrin Modern Dalam Corporate Law dan Eksistensinya Dalam Hukum Indonesia (3rd ed.). Citra Aditya Bakti.

Gunawan, B. A. S. (2024). Peran dan Tantangan Konsultan Hukum Pasar Modal: Independensi, Integritas, dan Pelanggaran Etika Dalam Praktik Profesional. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hukum, 10(1), 61–78. https://doi.org/10.32699/syariati.v10i1.6951

Halawa, F., Situmeang, A., & Amboro, F. L. Y. P. (2023). Perlindungan Hukum Preventif Kepada Konsultan Hukum Pasar Modal di Indonesia (Studi Perbandingan Hukum Indonesia dan Singapura). Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 827–836. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2714

Hamonangan, E., Tan, G. H., & Colin, L. (2024). Perlindungan Investor Sektor Pasar Modal Dalam Kajian Hukum Terhadap Regulasi Pengawasan OJK. Anthology: Capital Market Law, 481–499.

Harahap, A., & Lubis, F. (2023). Legal Protection of Investors Due To Misleading Information In The Sharia Capital Market Perspective of DSN MUI Fatwa Number 80 of 2011. Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics, 6(3), 2930–2945. https://doi.org/10.31538/iijse.v6i3.4013

Hariyani, I., & Serfianto, P. (2010). Buku Pintar Hukum Bisnis Pasar Modal. VisiMedia.

Huang, W., Li, J., & Zhang, Q. (2019). Information Asymmetry, Legal Environment, and Family Firm Governance: Evidence From IPO Underpricing in China. Pacific-Basin Finance Journal, 57, 101–109. https://doi.org/10.1016/j.pacfin.2019.01.005

Jasmine, A., Yasmine, A., Sharfina, N., & Fathhurrohmah, A. (2024). Initial Public Offering: Perlindungan Hukum Pemegang Saham Minoritas dan Pengaruh Terhadap Kinerja Perusahaan. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(1). https://doi.org/10.21143/jhp.vol54.no1.1606

Johan, S., & Ariawan. (2021). Keterbukaan Informasi UU Pasar Modal Menciptakan Asymmetric Information dan Semi Strong Form. Masalah-Masalah Hukum, 50(1), 106–118. https://doi.org/10.14710/mmh.50.1.2021.106-118

Komandoko, H. (2025). 22 Perusahaan IPO di 2025, Ini Pentingnya Peran Konsultan Hukum Dibaliknya. Kompas TV. https://youtu.be/NF5a9kWGRzA

Kuiper-Slendebroek, A. (2024). No ‘effective remedy’ with(out) national tort law—A Dutch perspective on the obstacles for enforcement of the right to a remedy. Netherlands Yearbook of International Law, 53. https://doi.org/10.1007/978-94-6265-627-7_14

Lask, E., Dabin, J., & Radbruch, G. (1950). The Legal Philosophies of Lask, Radbruch, and Dabin. Harvard University Press.

Lennarts, L., & Roest, J. (2019). Netherlands: Protection of Investors and the Compensation of Their Losses. In P.-H. Conac & M. Gelter (Eds.), Global Securities Litigation and Enforcement (469–516). chapter, Cambridge: Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316258118.013

Muwahid. (2017). Metode Penemuan Hukum (Rechtsvinding) oleh Hakim dalam Upaya Mewujudkan Hukum yang Responsif, Jurnal Al-Hukama The Indonesian Journal of Islamic Family Law, 7(1). 235. https://doi.org/10.15642/al-hukama.2017.7.1.224-248

Nasution, & Rahmiwita, E. (2023). Investor Protection in Indonesia: A legal Analysis of Securities Regulation. International Journal on Social Science, Economics and Art, 13(2), 126–135.

Netherlands, Warendorf, H., Thomas, R. L., & Sumner, I. M. A. (2009). The Civil Code of the Netherlands. https://www.amazon.com/Civil-Code-Netherlands-Second-Revised/dp/9041134123

Otoritas Jasa Keuangan. (2025). Buku Saku Pasar Modal. https://www.ojk.go.id

Pakpahan, E. F., Wijaya, S. F., Fortunata, A., Chang, J., & Muhammad, H. (2019). Benturan Kepentingan Bagi Konsultan Hukum Dalam Kejahatan Pasar Modal. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 6(2), 78. https://doi.org/10.31289/jiph.v6i2.2605

Pijls, A. (2021). Prospectus Liability and Causation. Journal of World Business, 56(5), 101–244. https://doi.org/10.1016/j.jwb.2021.101244

Pijls, A. (2025). Prospectus liability under Dutch law. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.5957394

Previanti, N. (2021). Aspek Hukum Penawaran Umum Efek Secara Elektronik. Veritas et Justitia, 7(1), 162–187. https://doi.org/10.25123/vej.v7i1.4248

Rory Van Loo. (2020). The New Gatekeepers: Private Firms as Public Enforcers. Virginia Law Review 467. Available at: https://scholarship.law.bu.edu/faculty_scholarship/800

Saebani, B. A., Mayaningsih, D., & Wati, A. (2018). Perbandingan Hukum Perdata. Pustaka Setia.

Sherstoboeva, E., Pavlenko, V. (2026). Chilling Effect and Fake News Laws: Lessons from East and Southeast Asia. In: Gosztonyi, G., Lendvai, G.F. (eds) Legal and Ethical Issues of Chilling Effect. Ius Gentium: Comparative Perspectives on Law and Justice, 137. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-032-17654-7_6

Sihombing, L. A. (2026). Quo Vadis Legal Shielding: Examining The Abuse of Attorney Immunity As A Corporate Enabler In Indonesia’s Money Laundering Landscape. Cogent Social Sciences, 12(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2026.2637242

Subekti, R., & Tjitrosudibio, R. (1999). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (30th ed.). Pradnya Paramita.

Stavros Gadinis and Colby Mangels. (2016). Collaborative Gatekeepers. University of California - Berkeley, 73 Wash. & Lee L. Rev. 797. Available at: https://scholarlycommons.law.wlu.edu/wlulr/vol73/iss2/6

Syazali, E. A. (2024). Pertanggungjawaban Perdata Emiten Dalam Pasar Modal Guna Mewujudkan Perlindungan Hukum Terhadap Investor. Literasi Nusantara.

Wahyudin, F. (2007). Bapepam Denda Direktur Utama AGIS Rp 5 Miliar. Tempo. https://www.tempo.co

Wisudawan, I. G. A. (2017). Penerapan Sanksi Hukum Terhadap Profesi Penunjang Pasar Modal atas Informasi yang Tidak Benar dan Menyesatkan Dalam Pembuatan Prospektus Menurut Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal. Jatiswara, 30(1), 45–70. https://doi.org/10.29303/jtsw.v30i1.90

Zainuddin, Ali. (2009). Metode Penelitian Hukum. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2026-05-05

How to Cite

Dewi, N. F., Mayaningsih, D., & Gumelar, D. R. (2026). Kecukupan Undang-Undang Pasar Modal dalam Menjamin Pertanggungjawaban Konsultan Hukum pada Initial Public Offering. Binamulia Hukum, 15(1), 35–51. https://doi.org/10.37893/jbh.v15i1.1325